“KALIAN TIDAK AKAN BISA KELUAR DARI SINI, HAHAHAHAHA!!!”
Suara itu mendengung ditelinga kami. Kami tidak tahu suara ini berasal dari mana. Kami pun mencari sumber dari suara ini.
“Siapa disana? Tunjukkan dirimu!!” Teriak ku dengan lantang.
Tiba-tiba dari pojok gudang itu, muncul seorang laki-laki berjubah dan berkupluk hitam dengan sebuah buku ditangan nya. Buku Satanic.
“Siapa kamu? Untuk apa kamu melakukan semua ini? ini membahayakan warga sekolah!!” Ucap ku sembari melindungi teman temanku.
“Ini bukan urusan kalian, bocah! Enyahlah dari tempat ini!!” Tegas laki-laki misterius itu.
Aura orang itu sangat kuat sekali. Aura kegelapan, aura kebencian, dan banyak lagi aura negatif yang ada dalam tubuhnya. Aku bisa merasakannya.
“Aku tidak akan biarkan orang sepertimu bertindak seenaknya dengan memanfaatkan ilmu hitam!” Ucapku, “Teman-teman, cari Sasha! Gw mau ngalahin nih orang!”.
“Lu yakin mau ngalahin dia? dia sepertinya kuat.” Tanya Arya.
“Iyaa, jangan lakuin itu den, bahaya!” Tegas Chika.
“Kalian tenang aja, kalau kejadian ini adalah kejadian seperti yg ada di mimpi gw, berarti gw punya kekuatan dalam diri gw, dan sekarang gw akan coba keluarin itu.” Ucapku sambil menenangkan teman-temanku.
“Tapi gimana klo kamu ngga punya kekuatan? kamu bakal kenapa-napa.” Ujar Chika dengan perasaan khawatir.
“Kalian semua tenang aja, ingat pesan gw. Kalo udah ketemu Sasha, cepet cari jalan keluar dan tunggu gw dipohon tempat biasa kita nongkrong. Klo gw ngga kembali dalam waktu 10 menit, panggil bala bantuan atau polisi.” Jelasku. “Cepet bergerak! Kita ngga tau seberapa besar kekuatan orang ini”.
Chika, Arya dan Marco pun segera menuruti perintahku. Mereka pergi mencari Sasha. Dan aku harus mengurus orang yang satu ini. Sebenarnya aku tidak yakin apakah aku mempunyai kekuatan atau tidak. Tapi semenjak aku bermimpi yang aneh itu, aku mulai merasakan adanya tekanan yg hebat dalam tubuhku, terutama pada kedua lenganku. Aku akan mencoba mengeluarkan nya.
“Kenapa kamu tidak lari? Apa kamu ingin melawan ku? HAHAHAHA Bocah yang bodoh.” Ucap lelaki itu dengan menyeringai.
“Aku tidak tahu kenapa aku tidak lari. Tetapi perasaanku mengatakan kalau aku harus melenyapkan mu.” Ucapku sambil menyiapkan kuda kuda untuk melawannya.
“Ohhh, kau berani juga yaa? Biar aku tunjukkan bagaimana KEKUATAN IBLIS.” Ucap lelaki itu sambil membuka buku yg dipegang nya.
“Iblis??? Apakah dia menggunakan kekuatan iblis? Aku harus bagaimana ini?” Pikirku.
Dia membaca sebuah mantra dibuku nya dan tiba-tiba muncul sesosok makhluk yang menakutkan dari tengah pentagram yang ada digudang itu. Makhluk itu belum pernah aku lihat sebelumnya. Tapi bentuknya seperti manusia dengan dua tanduk dikepalanya. Dan kukunya panjang, seperti nya itu adalah cakarnya. Aura nya membuatku merinding. Apakah ini yang dinamakan kekuatan Iblis? Makhluk itu langsung mengejarku dan dia sangat cepat sekali pergerakannya.
“Sial, aku hanya bisa menghindari serangannya. Kalau begini terus aku bisa tertangkap olehnya. Apa yang harus aku lakukan?” Pikirku sambil bersembunyi.
“Menyerah saja bocah bodoh, kamu tidak akan bisa mengalahkan dia. Tak lama lagi aku akan membunuhmu karena telah ikut campur dengan urusanku. Bunuh dia!” Ucap laki laki itu sembari memerintahkan makhluk itu untuk membunuhku.
Aku hanya bisa berlari dan menghindarinya. Terkadang cakarnya mengenai baju ku dan robek olehnya.
“Sial, jalan buntu. Harus kemana aku lari?” Pikirku,
Aku menemui jalan buntu, dan makhluk itu sekarang berada di depan ku. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Aku sudah pasrah, mungkin ini adalah akhir dari hidupku.
“Bangunlah, nak. Ucapkan mantra ini dan fokuskan fikiranmu pada kedua tanganmu. ‘Kedamaian akan selalu ada didunia ini. Keadilan akan selalu menang melawan kejahatan. Terbukalah, Wahai Penegak keadilan!”
“Hah apa? suara siapa tadi?” Ucapku merasa bingung.
“Ada apa bocah? apa kamu takut? kamu sudah terpojok sekarang. TERIMALAH KEMATIAN MU SEKARANG!” Ucap lelaki misterius itu.
“Aku tidak tahu suara siapa itu, yang pasti aku akan mencoba mantran= yg diberikannya.” Ucapku sambil memfokuskan diriku ke kedua tangan ku. “Kedamaian akan selalu ada didunia ini. Keadilan akan selalu menang melawan kejahatan. Terbukalah, Wahai Penegak keadilan!!!”
Tiba-tiba aku merasakan kedua tangan ku mengeluarkan cahaya putih dan membentuk sebuah tanda. Dan aku merasa kekuatan yang sangat besar dalam diriku.
“Tangan tuhan??? Bagaimana kamu bisa mendapatkan nya,bocah sialan??? Ucap lelaki itu dengan nada marah.
Tangan tuhan? Apakah ini adalah kekuatan ku?
2 thoughts on “God Hand : The Hunter (Phase 3)”